Narasi Perjuangan FKUI 2018 – Dimas Arif Nugroho

Spread the love

Pendidikan Dokter UI, Pendidikan Dokter Kelas Internasional, Bimbingan ALumni UI, Bimbel Terbaik di Indonesia, SBMPTN, UTBK, SIMAK KKI UI, SUCCESS CAMP UI, Karantina Masuk UI BImbingan Alumni UI, Kedokteran UI

Pendidikan Dokter UI, Pendidikan Dokter Kelas Internasional, Bimbingan ALumni UI, Bimbel Terbaik di Indonesia, SBMPTN, UTBK, SIMAK KKI UI, SUCCESS CAMP UI, Karantina Masuk UI BImbingan Alumni UI, Kedokteran UI

Perjalanan Menuju FKUI
Assalamualaikum, perkenalkan nama saya Dimas Arif Nugroho dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Saya lahir di Jakarta tanggal 17 September 1999. Asal sekolah saya SMA Negeri 8 Jakarta. Saya bertempat tinggal di Tebet, Jakarta Selatan, bersama dengan kedua orang tua saya dan satu kakak laki-laki saya. Saya akan menceritakan tentang perjuangan saya untuk masuk ke Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Sejak saya masih kecil, saya sering ditanyakan ingin jadi apa saat sudah besar nanti. Saat itu, saya sudah menjawab ingin menjadi dokter. Namun, sampai saya kelas 2 SMP, saya belum tau universitas mana yang saya ingin kejar. Sampai pada suatu saat, kakak dan orang tua saya menyarankan saya untuk berkuliah di Universitas Indonesia. Saya mencari informasi tentang Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan saya merasa sangat kagum. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia adalah fakultas kedokteran terbaik se-Indonesia. Setelah melihat informasi tersebut, saya bertekad untuk masuk ke Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Motivasi saya untuk masuk ke Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia sudah muncul sejak saya duduk di SMP kelas 3. Saya sangat ingin masuk ke fakultas kedokteran terbaik se-Indonesia. Tekad saya semakin kuat karena orang tua saya adalah alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan kakak saya yang juga sedang berkuliah di sana. Saya merasa tidak mau kalah dan juga ingin mengikuti jejak mereka. Saya bersyukur orang tua dan kakak saya mendukung cita-cita saya sehingga sekarang saya dapat diterima di FKUI.
Perjuangan saya untuk masuk ke Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia terbilang berat. Saat saya diterima di SMA Negeri 8 Jakarta, saya bertekad untuk masuk ke FKUI melalui jalur SNMPTN atau undangan. Pada semester pertama, nilai saya tidak terlalu bagus karena euforia berlebihan sehingga saya tidak focus belajar. Namun pada saat itu, saya masih berpikir untuk memperbaiki nilai saya di semester kedua agar saya tetap ada kesempatan untuk masuk lewat jalur undangan. Saat di semester dua, nilai saya meningkat tapi tidak signifikan. Namun, saya tidak merasa lega karena peringkat saya di angkatan masih jauh dibawah teman-teman saya. Saat itu, saya mulai merasa untuk tidak terlalu mengejar SNMPTN dan mulai berpikir untuk masuk lewat jalur SBMPTN saja. Semester tiga dimulai. Saya merasa percaya diri saat itu, sehingga nilai saya jauh meningkat dibandingkan dengan semester dua. Peringkat saya di angkatan saya juga meningkat. Saya kembali merasa percaya diri untuk masuk lewat jalur SNMPTN. Namun, saat itu saya tidak bisa konsisten dengan usaha saya sehingga pada semester empat, nilai saya turun. Peringkat saya di angkatan juga menurun. Saya merasa untuk tidak perlu mengejar SNMPTN lagi dan mulai fokus untuk belajar SBMPTN saja. Saat semester lima, saya mulai meninggalkan pelajaran sekolah dan hanya belajar SBMPTN. Saya mulai mengerjakan soal SBMPTN tahun lalu dan ternyata saya baru tau kalau soal SBMPTN sangat sulit. Saat itu, saya hanya bisa mengerjakan sedikit soal yang ada. Namun, saya tidak menyerah. Saya mulai mendaftar di bimbel dan mengikuti les privat. Pada semester enam, fokus saya terbagi karena saya harus mengikuti Ujian Nasional dan Ujian Sekolah. Saat itu saya berpikir untuk membagi waktu saya untuk belajar Ujian Nasional, Ujian Sekolah, dan SBMPTN. Namun, kurangnya manajemen waktu, saya lebih terfokus pada Ujian Nasional dan Ujian Sekolah karena waktunya lebih dekat.
Pengumuman SNMPTN pun tiba. Walaupun saya sudah merasa tidak diterima, saya tetap melihat pengumuman. Hasilnya benar, saya tidak terima di jalur SNMPTN. Saya tidak memedulikan hal itu. Saya kembali fokus untuk belajar Ujian Nasional dan Ujian Sekolah. Hasilnya tidak bagus dan tidak buruk juga. Saya sedikit merasa menyesal karena seharusnya saya bisa selingi dengan belajar SBMPTN jika tau hasilnya akan seperti itu. Namun, saya tidak memedulikan itu dan saya kembali belajar SBMPTN hingga tiba waktu ujian. Saya bertawakal karena saya merasa sudah berusaha maksimal dan berdoa. Pada saat SBMPTN, saya merasa soal yang saya kerjakan adalah soal yang sangat sulit dan berbeda jenisnya dari soal SBMPTN tahun sebelumnya. Setelah ujian selesai, saya tetap tenang dan berpikir positif pada hasil ujian saya.
Selain mengikuti SBMPTN, saya juga mengikuti simak dan ujian mandiri universitas negeri lainnya. Saya mengikuti ujian simak karena saran dari orang tua saya, padahal tidak ada fakultas kedokteran di pilihannya. Menurut orang tua saya, kemungkinan untuk diterima di jalur simak lebih tinggi. Saya mengikuti ujian simak tidak sepenuh hati karena saya tidak berpikir untuk berkuliah di fakultas lain selain fakultas kedokteran. Setelah ujian simak sudah saya lalui, saya hanya menunggu pengumuman SBMPTN dan ujian mandiri lainnya.
Pengumuman SBMPTN pun tiba. Saya merasa sangat tegang saat itu. Namun, takdir baik belum berpihak pada saya. Saya tidak lulus di jalur SBMPTN. Saya sangat sedih dan tidak tau harus berbuat apa saat itu. Saya hanya berdoa yang terbaik untuk masa depan saya. Selang beberapa hari, pengumuman simak tiba. Alhamdulillah, saya diterima di Fakultas Teknik jurusan Metalurgi dan Material. Saya sangat senang dan tanpa berpikir panjang saya langsung mengambil jurusan tersebut. Saya merasa mungkin cita-cita saya bukan seorang dokter.
Saya mencoba untuk menyukai metalurgi dan material, mulai dari mengikuti ospek universitas, ospek fakultas, hingga mulai belajar. Pada awalnya, saya masih belajar pelajaran SMA seperti kimia dasar, matematika dasar dan lain-lain. Saya mulai menyukai pelajaran di metalurgi. Seiring berjalannya waktu, tiba-tiba saya merasa selalu tidak fokus saat kuliah,saat dosen mengajar tidak satupun yang dapat saya tangkap dan pahami. Penyakit vertigo yang memang sudah lama saya idap dan sudah lama tidak kambuh seketika muncul kembali. Saya sering pusing berputar sampai muntah-muntah hebat sehingga saya semakin tidak konsentrasi saat kuliah. Awalnya saya berfikir apa penyakit saya ini muncul karena terpicu keinginan saya yang saya pendam untuk tetap menjadi dokter sehingga saya merasa tidak nyaman dan akhirnya sakit. Akhirnya karena vertigo saya sudah terlalu mengganggu,orang tua saya menyarankan untuk saya cuti dulu dari metalurgi karena sudah terlalu sering izin karena sakit dan untuk berobat total dan menenangkan diri. Karena ibu saya seorang dokter THT beliaulah yang mengobati dan memberi latihan-latihan serupa fisioterapi untuk mengurangi sedikit demi sedikit keluhan vertigo saya. Alhamdulillah kata ibu saya jenis vertigo saya bukan termasuk vertigo sentral tapi jenis perifer yang berasal dari gangguan fungsi keseimbangan di telinga dalam, jadi dengan latihan-latihan rutin Alhamdulillah akhir Januari keluhan saya membaik dan saya sudah bisa konsentrasi lagi. Sejak sembuh keinginan untuk masuk FK semakin dalam, dan saya minta izin dengan orang tua saya apa saya boleh mengikuti SBMPTN kembali, akhirnya orang tua saya mengikhlaskan saya ikut ujian lagi. Tekad saya semakin menggebu karena dalam hati saya sudah tau hal-hal apa yang membuat saya tidak lulus, jadi saya semakin bersemangat memperbaiki hal-hal tersebut terutama mental saya. Saya harus move on, saya harus bangkit, karena saya berkeyakinan jika kita mau berusaha sekuat mungkin, doa yang khusyu dengan memperbanyak ibadah , InsyaAllah, Allah akan meridhoi tekad kita.
Saya mulai mempersiapkan diri sejak awal Februari, saya tidak ikut bimbel lagi karena saya takutl lelah dan vertigo saya kambuh lagi jadi saya memilih untuk les privat di rumah dan membeli buku-buku soal lagi. Saya juga belajar bersama teman-teman yang pada tahun lalu juga bernasib sama dengan saya. Alhamdulillah karena selama di metalurgi saya masih mendapat pelajaran-pelajaran SMA jadi tidak terlalu keteteran dalam persiapan ini, saya hanya lebih mendalami pelajaran biologi yang memang sudah lama saya tinggalkan dan mempercepat pengerjaan soal-soal sbmptn. Karena saya tidak ikut bimbel diluar saya berusaha disiplin untuk TO mandiri dari soal-soal buku ataupun TO online dan TO yang diberikan guru-guru privat. Saya sangat bersyukur mendapat guru-guru privat yang selain pintar dalam bidangnya, walaupun sebagian dari mereka masih muda-muda mereka sangat bagus dalam memotivasi murid-murid yang pernah gagal dalam mencapai cita-cita awalnya. Mereka lebih membangun mental saya dan rasa percaya diri saya dulu, karena menurut mereka saya lumayan mampu untuk bersaing memperebutkan kursi FKUI, hanya saja kadang saya kurang percaya diri. Akhirnya dengan gemblengan dan motivasi yang kuat saya mencoba ikut TO nasional beberapa kali, karena saya mau membiasakan diri untuk berada di suasana dan ketegangan ujian. Alhamdulillah dari beberapa kali TO nilai saya selalu diatas 60 %, tapi hal tersebut tidak membuat saya takabur justru memambah rasa percaya diri yang positif. Kegiatan tersebut terus saya lakukan hingga saya mendengar kabar baru mengenai perubahan penilaian diSBMPTN 2018. Adanya aturan baru SBMPTN tentang penghilangan sistem minus membuat saya dan teman-teman saya bingung karena ketidakjelasan aturan baru tersebut. Walaupun begitu, saya mencoba untuk tetap tenang dan fokus belajar.Persiapan terus saya lakukan hingga hari SBMPTN tiba.
Hari SBMPTN pun tiba. Saya merasa lebih tenang dan tidak terbebani jika dibandingkan dengan tahun lalu. Saya juga akan memberikan tips dan tricks kepada teman-teman yang sedang mengejar FKUI. Pertama, tetap tenang dan fokus selama mengerjakan SBMPTN. Lalu yang kedua, kerjakan soal dari pelajaran yang paling kalian suka. Contoh seperti saya, saya mengerjakan dengan urutan biologi, kimia, matematika, dan fisika. Yang ketiga, jika aturan SBMPTN 2019 masih sama dengan SBMPTN 2018, kerjakan soal yang menurut kalian paling mudah. Jangan terpengaruh dengan bobot nilai yang lebih besar pada soal yang sulit. Lebih baik mengumpulkan soal-soal yang mudah dibandingkan berkutat di soal yang sulit walaupun dengan bobot nilai yang lebih tinggi. Dan bagi saya yang terpenting setelah sesi pertama jangan memikirkan lagi tentang bisa atau tidaknya lebih baik di saat istirahat menuju ujian sesi ke 2 kita sholat duha dan menambah energi kita dengan makan dan minum supaya untuk ujian sesi kedua kita siap fisik dan mental. Hal itulah yang tidak saya lakukan saat sbmptn tahun lalu, saya terlalu memikirkan hal-hal yang sudah terjadi di sesi pertama mencoba menghitung-hitung berapa yang benar sehingga saat sesi kedua say tidak fokus dan blank, padahal untuk mengerjakan soal TPA sangat membutuhkan konsentrasi yang tinggi. Itu beberapa tips dan trick yang dapat saya berikan.
SBMPTN akhirnya selesai. Saya hanya perlu menunggu hasil pengumuman SBMPTN dan ujian mandiri lainnya. Walaupun pada awalnya saya merasa santai-santai saja menunggu hasil pengumuman, pada akhirnya saya tetap merasa tegang karena trauma akan kegagalan saya pada pengumuman SBMPTN tahun lalu. Saya tetap berdoa dan bertawakal agar diberikan hasil yang terbaik. Pada saat menunggu pengumuman, saya tiba-tiba diberitahu kalau pengumuman SBMPTN dipercepat yang awalnya jam 5 sore menjadi jam 3 sore. Saya kaget karena saat itu sudah jam 2 siang. Pada pukul 3 sore, pengumuman dibuka. Alhamdulillah, saya diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Saya sangat senang dan bersyukur karena saya masih diberi kesempatan untuk berkuliah di fakultas dan universitas yang saya idamkan sejak kecil. Saya diberi selamat oleh orang tua saya, guru saya, dan teman-teman saya.
Harapan untuk diri saya adalah saya dapat bertahan di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan dapat membanggakan orang tua saya. Saya tidak ingin menyianyiakan kesempatan yang Allah berikan kepada saya. Saya juga akan mencoba untuk membanggakan universitas dengan prestasi baik di akademis maupun nonakademis.
Pada tahun pertama, saya akan mencoba untuk mendaftar ukm yang saya minati seperti band atau futsal. Selain itu saya akan mencoba untuk beradaptasi pada pola belajar fakultas kedokteran. Pesan dari saya untuk teman-teman yang sedang mengejar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia adalah tetap semangat belajar sejak awal masuk SMA. Jika kalian memang ingin diterima melalui jalur SNMPTN, jaga konsistensi kalian dalam belajar. Jangan terlalu santai atau terlalu euforia karena kalian sudah diterima di SMA yang kalian inginkan. Jika nanti kalian tidak diterima di jalur SNMPTN, kalian jangan khawatir, bukan berarti usaha kalian dari awal sia-sia, tetapi kalian sudah mendapat bekal pelajaran sehingga kalian dapat lebih mudah belajar SBMPTN. Selain itu, jangan mudah menyerah jika selama belajar nanti kalian tidak bisa mengerjakan soal SBMPTN. Kalian bisa menanyakan pada teman-teman kalian dan guru kalian. Kalian juga perlu belajar bersama teman-teman. Selain untuk menanyakan soal yang kalian tidak bisa, kalian juga dapat saling bertukar soal karena referensi soal-soal merupakan hal yang penting. Yang terakhir, jangan lupa berdoa dan meminta doa restu kepada kedua orang tua kalian karena rida Allah adalah rida orang tua.
Ditahun pertama di FKUI saya akan berusaha untuk beradaptasi dengan sistem pengajaran di FKUI, karena sangat berbeda dengan FT yang lebih belajar hitungan, karena saya mempunyai tipe belajar bukan menghafal sendiri tapi lebih kearah mendengar saya akan berusaha untuk rajin kuliah dan fokus saat dosen menerangkan sehingga paling tidak 80 % materi pembelajaran dapat saya serap . Saya juga mungkin akan mengajak teman-teman untuk belajar bersama untuk saling berbagi tentang apa-apa yang telah diajarkan dosen. Mudah-mudahan di tahun pertama FKUI ini saya sudah bisa menemukan pola belajar yang cocok dengan saya sehingga untuk tahun-tahun berikutnya saya dapat lancar dan dapat membagi waktu jika saya mengikuti kegiatan-kegiatan lain yang ada nanti.
Ditahun ketiga InsyaAllah kalau kuliah saya lancar berarti saya masuk di semester 6, berarti saya harus mempersiapkan diri untuk menghadapi dunia dokter sesungguhnya menjadi dokter muda/ co ass, saya akan berusaha tambah rajin belajar baik secara materi pelajaran, secara fisik dengan lebih menjaga kesehatan saya karena akan mulai jaga malam dan menjaga mental. Karena dunia kedokteran adalah menghadapi makhluk hidup, menghadapi seseorang yang sedang menderita akan sakitnya baik ringan, sedang atau berat, jadi kita sebagai calon dokter sangat dibutuhkan persiapan mental yang bagus untuk menghadapi hal-hal tersebut. Menurut saya seorang dokter tidak cukup hanya pandai tapi diperlukan cara bagaimana memberi support kepada pasien untuk sembuh dan semangat dalam menghadapi penyakitnya, sehingga selain dengan pengobatan medis pasien dapat lebih cepat sembuh jika mentalnya kuat.
Ditahun kelima InsyaAllah saya hampir menyelesaikan pendidikan dokter. Mudah-mudahan saya diberi kesehatan sehingga saya dapat menyelesaikan pendidikan saya tepat waktu. Jika saya diberi kelulusan tepat waktu saya berkeinginan melaksanakan tugas internsip saya keluar pulau Jawa, saya ingin sekali melihat dan berbakti di daerah-daerah tertinggal sehingga ilmu yang saya dapat bisa diamalkan, mudah-mudahan hal ini bisa tercapai.
Ditahun ketujuh jika semua lancar, tugas internsip selesai dan jika saya diberi kesehatan, diberi rezeki lebih oleh Allah saya ingin sekali meneruskan pendidikan saya ketingkat spesialis, tapi saya belum tau mau bidang apa yang saya ambil, karena saya baru memulai di bidang ini jadi belum ada gambaran apa-apa tentang bagian-bagian apa yang menjadi impian saya nanti.
Ditahun kesepuluh, jika saya InsyaAllah meneruskan pendidikan saya ke jenjang spesialis berarti ditahun kesepuluh saya sudah hampir menyelesaikan program spesialis dan InsyaAllah jika saya sudah berhasil mengejar cita-cita dan impian saya dari kecil, saya akan berusaha sekuat tenaga untuk berperan serta di dunia kesehatan, untuk menolong orang banyak dan tidak semata-mata hanya mengejar duniawi sebagai seorang dokter, karena profesi dokter adalah profesi mulia yang berhubungan dengan makhluk hidup, mudah-mudahan saya tetap amanah dan istiqomah.
Sekian narasi perjuangan dari saya.

Keterangan: Dimas Arif Nugroho adalah siswa Bimbingan Alumni UI Program Privat (Guru datang ke Rumah), Belajar fokus privat selama 6 Bulan untuk persiapan total menghadapi SBMPTN 2018, dan pada akhirnya berhasil masuk FK UI 2018 melalui SBMPTN 2018.

Sumber: https://fkui2018.wixsite.com/website/blog/narasi-perjuangan-fkui-2018-dimas-arif-nugroho

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *