[KILAS BALIK PERJUANGAN MASUK FKUI] ARMITHA PUTRI (Siswa Bimbingan Alumni UI Program Success Camp UI 2017)

Spread the love

Hai!! Saya adalah Armitha Putri yang biasa di panggil dengan nama singkat Mitha, lahir di Pekanbaru pada hari Minggu, 23 Mei 1999. Saya berasal dari SMAN 1 Rengat Kab.Indragiri Hulu, Riau. Sekarang saya adalah mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia angkatan tahun 2017. Saya akan menceritakan sebum cerita singkat tentang perjuangan saya untuk dapat menjadi seorang mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Semoga dari cerita singkat ini data bermanfaat dan data menjadi motivasi bagi yang membacanya.

Pada saat saya menduduki Sekolah Dasar(SD), orang tua saya sering menanyakan apa profesi atau cita-cita saya di masa depan. Saya selalu berkata bahwa saya ingin menjadi seorang dokter yang hebat. Awal saya ingin menjadi dokter karena saya termotivasi oleh diri saya sendiri karena saya senang membantu orang terutama kepada orang yang membutuhkan pertolongan saya. Pada saat menduduki Sekolah Menengah Pertama(SMP), saya berubah fikiran bahwa menjadi dokter itu bukanlah yang terbaik untuk saya karena menurut info yang saya dapatkan pada saat itu, menjadi dokter itu bagaikan jalan di semak berduri. Maksudnya, mereka mengatakan bahwa menjadi dokter itu tidak semudah yang kita fikirkan, melainkan banyak sekali rintangan yang harus dihadapi. Pada saat itu juga saya menyerah untuk menjadi dokter karena fikiran saya yang masih labil pada usia anak SMP. Pada saat saya melanjuti sekolah ke Sekolah Dasar Menengah Atas(SMA), saya masih berfikir bahwa menjadi dokter itu sulit. Pada saat itu saya belum tau apa tusjuan saya tau cita-cita saya untuk kedepannya, dan pada saat itu juga saya mermas santa khawatir apa yang akan terjadi pada saya jira saya tidak memiliki target until hair kedepannya. Suatu ketika saya sakit dan harus menginap di Rumah Sakit. Pada saat saya menginap disana, saya selalu memperhatikan kondisi rumah sakit beserta para tenaga medis yang ada. Ketika saat saya diperiksa, dokter bertanya kepada saya. Jika saya lulus SMA nanti, hal apa yang ingin saya capai. Saya menjawab pertanyaan itu dengan penuh keraguan yang saya rasaran, saya tidak tau harus berkata apa karena cita-cita saya yang dulu telah terhapus oleh info yang tidak benar tentang kedokteran. Dokter itu mengatakan kepada saya, jangan pernah takut untuk melangkah ke depan dan jangan mudah menyerah. Ketika saya mendengar perkataan itu, saya merasa ada yang lain dihati dan fikiran saya. Kemudian saya bertanya kepada dokter tersebut, bagaimana dokter bisa menjadi seorang dokter dan apa saja lika-liku yang dihadapi selama pendidikan. Lalu dokter tersebut mengatakan, menjadi dokter memang tidak mudah. Tetapi jika kita memang benar-benar menjadi dokter, kita harus siapkan tekad dan terus berjuang demi apa yang kita cita-citakan. Menjadi dokter adalah profesi yang mulia, menyandang gelar dokter akan lebih bahagia jika profesi itu adalah bagian dari diri kita masing-masing. Maka nikmatilah apa yang kita punya dan teruslah kembangkan. Dokter tersebut seolah-olah memberitakan kabar baik buat saya agar saya tidak menjadi pemuda yang putus asa akan kesulitan pada awalnya. Setelah saya dan dokter berbicara cukup lama, akhirnya saya mendapatkan apa yang saya butuhkan yaitu tekad dan niat. Setelah beberapa hari saya dirawat. Saya bercerita kepada orang tua saya bahwa kemarin dokter bercerita tentang pengalamannya hingga menjadi seorang dokter sekarang. Saya mengatakan bahwa saya ingin menjadi dokter dengan sungguh-sungguh tanpa adanya paksaan. Orang tua saya mengatakan bahwa apapun yang membuat saya senang, maka lakukanlah. Menurut saya, saya adalah anak yang beruntung. Saya sangat bahagia dan bersyukur memiliki orang tua yang selalu mendukung apa yang saya inginkan selama hal itu baik dan berguna bagi pendidikan. Orang tua saya mendukung saya untuk menjadi seorang dokter.

Tibalah saatnya saya melepaskan seragam putih abu-abu. Saya telah selesai menjalankan masa-masa sekolah SMA saya. Saya sudah tidak menyandang sebutan sebagai siswa lagi, kini saya harus berusaha untuk mendapatkan sebutan sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran di Universitas Indonesia. Ketika saya menjalankan Ujian Nasional(UN), saya segera pergi ke kota Depok. Di Depok saya mengikuti Bimbingan Belajar(BIMBEL)* dalam waktu satu setengah bulan lebih. Sebenarnya, sebelum melaksanakan UN, orang tua saya sudah terlebih dahulu mencari informasi tentang Bimbel yang akan mengajarkan saya hal-hal baru yang mungkin belum pernah saya pelajari, dan untuk memperdalam ilmu. Sebelum memasuki ruangan Bimbel, saya menaruh niat saya dalam hati dan fikiran saya, agar apa yang saya pelajari pada masa Bimbel, dapat menjadi jalan saya menuju FKUI. Untuk menjadi mahasiswi Fakultas Kedokteran Univversitas Indonesia, saya mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri(SBMPTN). Saya ujian SBMPTN di daerah Jakarta Selatan, di Sekolah Menengah Atas yang berada di daerah Jakarta Selatan. Dikarenakan saya mendapat lokasi ujian yang cukup jauh dari Depok, saya diantar oleh orang tua laki-laki saya. Sebelum saya mengerjakan soal ujian, saya biasa berdoa dahulu sebelum beraktivitas. Pada saat saya mengerjakan soal tersebut, saya merasa bahwa soal-soalnya memiliki jenjang yang sangat sulit. Setelah ujian telah selesai, saya memiliki banyak fikiran seperti, berapa nilai yang akan saya peroleh, dan bisakah saya masuk Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Pada saat pengumuman, saya benar-benar tidak ingin melihatnya. Saya meminta orang tua saya untuk membuka website SBMPTN, dan ternyata hasilnya sesuai dengan apa yang kita harapkan. Saya sangat bersyukur kepada Tuhan karena saya sangat terharu dengan kebaikan yang Tuhan berikan kepada saya. Pada saat itu juga saya segura memutuskan komitmen dan target di hidup saya untuk masa yang akan dating. Harapan saya pada 1 tahun kedepan setelah diterimanya menjadi mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, saya mendapat IP yang melebihi dari angka 3. Pada 3 tahun kedepannya, saya menargetkan IP yang melebihi angka 3,6 dan berusaha untuk menjadai Mahasiswa Berprestasi. Pada 5 tahun kedepan, saya menargetkan lulus dengan Gelar dokter yang menyandang Cumlaude serta melanjutkan study sebagai dokter spesialis kulit. Pada 7 tahun kedepan, saya menargetkan bekerja dengan melayani masyarakat di daerah saya yaitu Riau, dan pada 10 tahun kedepannya saya menargetkan diri saya untuk menjadi Duta Kesehatan maupun Menteri Kesehatan. Semua target saya, saya resapi dengan baik-baik dan saya melakukan itu dengan usaha belajar dengan baik dan sungguh-sungguh agar semla yang saya targetkan dapat terwujud di hari yang akan datang. Selain karena keinginan saya menjadi seorang dokter yang mengabri pada masyarakat, saya juga ingin membanggakan orang tua saya seria orang-orang disekitar saya. Maka dari itu, saya harus benar-benar meniga nama blik saya demi berlangsungnya study saya ke jenjang yang lebih dal am. Bagi saya, tidak ada kesuksesan yang instan. Jadi, sejauh mana pun cita-cita yang kita taruh, kita harus bisa menggapainya dengan usaha kita sendiri dan penyertaan Tuhan.

*Armitha Putri adalah Siswa Bimbingan Alumni UI Program Success Camp UI 2017. Program Success Camp UI adalah salah satu program Unggulan di Bimbingan Alumni UI yang dilaksanakan setelah UN sampai SBMPTN/SIMAK UI. Program ini merupakan Program Persiapan Masuk UI melalui Jalur SBMPTN. Jadi, Bagi siswa-siswi yang tertarik untuk mengikuti jejak Armitha atau sedang mencari Bimbel SBMPTN bisa gabung bersama kami disini!

Lihat Berita Asli disini

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *