Kenapa Brexit Justru Jadi Momen yang Tepat untuk Kuliah ke Inggris?

Spread the love

Brexit terdengar menakutkan, termasuk bagi pelajar Indonesia. Ada persepsi kuliah di Inggris akan lebih sulit setelah Brexit. Kesulitan yang kerap terbayang misalnya untuk mendapatkan visa pelajar.

Apakah benar?

Jacqueline Jenkins, Head of Higher Education Engagement, British Council London, mengatakan, konsekuensi Brexit bagi pelajar memang sering dibicarakan. Tapi dampaknya akan tergantung pada negara asal pelajar tersebut.

“Dampak Brexit sebenarnya mungkin hanya akan dirasakan oleh negara-negara Uni Eropa,” kata Jaskins saat ditemui dalam program media visit ke London, 15 – 27 November 2016.

Ia mengatakan, bagi negara-negara di luar Uni Eropa, termasuk Indonesia, Brexit tak akan memberikan dampak besar. Aturan-aturan bagi tiap pelajar yang akan kuliah di Inggris tetap sama.

“Malah Brexit membuat Pound jatuh. Ini akan menguntungkan,” katanya.

Hal yang sama diungkapkan Aminuddin Aziz, Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia di London.

Ia mengatakan, Brexit justru menjadi kesempatan emas bagi pelajar yang ingin kuliah di Inggris. Bagi yang kuliah dengan biaya sendiri, biaya kuliah dan sehari-hari di Inggris akan terasa lebih murah.

“Kondisi ini saya kira masih akan berlangsung sampai tiga tahun ke depan,” kata Aminuddin.

“Penurunan biaya akan cukup signifikan. Sebelumnya, Pound bisa mencapai Rp 21.000, kini hanya sekitar Rp 16.000. Terhadap dollar, Pound juga turun. Bila dahulu 1 dollar AS bisa 0,5 Pound, kini hanya 0,8 Pound,” imbuhnya.

Hitung-hitungan ini bisa menjadi ilustrasi. Jika ingin kuliah jurusan Ilmu Komputer di University College London (UCL) misalnya, biaya untuk tahun pertama sebesar 23.710 Pound Sterling.

Dengan kurs Pound Sterling Rp 21.000, total biaya yang harus dibayarkan dalam rupiah adalah Rp 497.910.000,00. Sementara, dengan kurs rupiah Rp 16.000, total biayanya berkurang menjadi Rp 379.360.000,00.

Untuk biaya sehari-hari, taruhlah hidup di London membutuhkan 1.200 Pound Sterling per bulan. Dengan kurs sebelumnya, total biaya yang dibutuhkan per bulan dalam rupiah adalah Rp 25.200.000,00. Sementara dengan kurs saat ini, biaya berkurang menjadi Rp 19.700.000 per bulan.

Tentu biaya itu akan lebih mahal jika dibandingkan kuliah di Indonesia. Namun silakan bandingkan dengan biaya di tempat lain, mungkin lebih murah.

Lihat sumber asal

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *