Strategi Masuk UI

Spread the love

Supaya bisa masuk universitas negeri favorit, kita mesti membentuk strategi-strategi, nih. Begini 6 cara sukses yang bisa membantu kita bisa masuk Universitas Indonesia lewat SBMPTN.

Cari informasi tentang Universitas Indonesia

Wajib banget buat mencari informasi tentang Universitas Indonesia dari berbagai sumber terutama dari situs resmi dan forum yang membahas universitas ini. Dari situ, kita bisa mendapat gambaran umum tentang universitas tersebut.

Kepo ke senior-senior

Jangan satu senior aja, tapi coba juga ke beberapa senior yang kuliah di sana apalagi yang menggunakan jalur ujian bersama. Bagaimana persiapan dan pengalaman mereka ketika menghadapi dan mengerjakan ujian masuk bersama tersebut?

Strategi mengerjakan soal

Bikin strategi untuk mengerjakan soal ujian nanti. Pahami betul tipe soal apa saja yang kira-kira bakal diberikan. Dengan begitu, kita bisa memperkirakan soal-soal apa saja yang mesti kita kerjakan dulu. Pokoknya bikin strategi secermat mungkin. Ingat! Ujiannya cuma 1 hari, lho. Berikan yang terbaik!

Jadi ‘pelari’ tercepat

Seperti dilaporkan situs Informasi SBMPTN 2015, Wakil Ketua Panitia Pelaksana SBMPTN Info Day dari UI, Martha Rizal, menganalogikan masuk UI seperti lomba lari. “Banyak siswa merasa sudah berlari paling cepat di sekolahnya, di kotanya. Padahal lomba lari untuk masuk PTN dilakukan secara nasional. Ketika berlari, apakah berlarinya secepat yang lain? Meski begitu, peluang masuk UI sebenarnya cukup besar karena banyak jalur masuk,” katanya.

Ibarat ‘medan tempur’

Martha menambahkan kalau masuk UI lewat SBMPTN itu ibarat medan tempur. Pokoknya kita harus punya strategi dan bekal yang cukup. Kenali diri sendiri dan kenali juga musuh kita.

Bikin target sendiri

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia Clarissa Frederika memberikan tips supaya kita sebagai calon mahasiswa untuk tetap berusaha dan enggak cepat puas. “Jangan berpatokan sama nilai bagus di sekolah dan juga di tempat bimbingan. Harus tetap menargetkan nilai tertinggi karena itu bukan jaminan. Rajin belajar dan jangan cepat puas.”

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *